Showing posts with label christian. Show all posts
Showing posts with label christian. Show all posts

Tuesday, February 24, 2015

H+4 post wisuda

Pada umumnya ketika seseorang telah menyelesaikan perkuliahan dan menjadi seorang sarjana maka secara otomatis dia telah keluar dari dunia pendidikan dan telah siap menghadapi tantangan di dunia nyata, that is bekerja, cari duit, sukses berkarir, dsb.
Namun pada kenyataannya, Sarjana Kedokteran yang saya capai tidak mengikuti aturan main sarjana-sarjana yang lain. Sarjana kedokteran punya aturan main sendiri, yaitu sarjana hanyalah masa peralihan ke sekolah kedokteran yang lain called sekolah profesi a.k.a jadi koas/coass/doktermuda.
Dan itulah yang saya alami saat ini. Setelah menikmati masa peralihan kurang lebih 4 hari (EMPAT HARI post wisuda) kami sudah disuruh ngumpul buat ngomongin soal masuk koas. Kebayang nggak sih belum abis rasa capek setelah ngurus wisuda eh taunya udah dipanggil ke pertemuan perdana calon koas!
Maka dengan langkah gontai, nia pun memasuki ruang bakordik RS Prof Dr. R.D.Kandou dan bertemu dengan teman-teman yang tidak kalah tidak bersemangatnya sama seperti nia. Oh come on, kami juga butuh lebih banyak istirahat! Syukurlah tadi baru pertemuan perdana untuk mengecek berapa orang yang kira-kira mau masuk koas :')
But well, from now i have to prepare myself supaya udah kuat mental dan hati saat mulai masuk koas nanti. Mengingat waktu untuk masuk koas kurang lebih 2 bulan lagi (dan itu cepat pake skaliiii).


Fighting Niaaaa!!!

Saturday, February 21, 2015

Sarjana Kedokteran!

Yuhuuuuuu~
Setelah berbagai lika liku kehidupan yang dilalui sehabis ujian skripsi (which i mean bolak-balik revisi ke dospem yang banyak maunya, hardcover skripsi di tempat yang agak lamban kerjanya, urus sertifikat kkn yang nggak bisa keluar akibat laporan KKN tahap 1 yang hilang pergi entah kemana, plus ngejar deadline judicium S.Ked dengan segala macam persyaratan yang agak diluar batas pemikiran manusia normal, dan last but not least ngurus berkas wisuda yang nggak kalah rempong dengan berkas judicium) finally just BECAUSE of GOD'S GRACE tepatnya pada kemarin hari 20.02.2015 officialy nama nia menjadi Nathania Firginia Felicia Longkutoy, S.Ked. Praise the Lord!
IPKnya juga nggak malu-maluin padahal mengingat nia yang agak santai waktu kuliah its impossible to get that. 3,60 predikat Cum Laude!
Foto Bareng Rektor nihhhh


Monday, December 29, 2014

Happy turning 21

I thanked God for giving me a chance to live this life as a human with the people i love. I am not lucky, I am blessed :)
anti mainstream deh tahun ini. Biasanya ngerayain ulang tahun bareng keluarga, tapi tahun ini i just realized bahwa bukan hanya keluarga yang sayang sama nia, tapi i have more and i called them FRIENDS.
TERIMA KASIH

Thursday, January 10, 2013

His Princess Love Letter


My Beautiful Girl,
I have given you the gift of eternal life, but My giving does not stop there. Inside of you is a supernatural surprise—a gift that is waiting to be unwrapped…by you. Yes, it’s there. It’s hidden behind dreams waiting to be pursued. Swallowed up by daily distractions and drowned by disappointment.
Let Me help you clear out the clutter and find your gift. You’ll find it in that place in life that brings you the greatest joy, that place where your soul longs to be, that work your hands love to do. But this gift that I’ve given to you is not just for you. I have blessed you to be a blessing to others. When you find your gift, I will take it and multiply it beyond what you could ever imagine. So ask Me, and I will help you open your gift so that you can give it away to the world—not to impress—but to bless.
Love,
Your King and the Giver of every good and perfect gift

“Each of you has been blessed with one of God’s many wonderful gifts to be used in the service of others. So use your gift well.”
~1 Peter 4:10~

Tuesday, January 8, 2013

In Love with these song ♥


Beautiful Savior
Jesus, Beautiful Savior, 
God of all majesty, risen king.

Lamb of God, holy and righteous, 
Blessed redeemer, bright morning star.

All the heavens shout your praise, 
All creation bow to worship you

How wonderful, How beautiful, 
Name above every name, exalted high, 
How wonderful, How beautiful, 
Jesus your name, 
Name above every name, 
Jesus.

I will sing forever, 
Jesus I love you, 
Jesus I love you




Who Am I
Who am I, that the Lord of all the earth
Would care to know my name
Would care to feel my hurt
Who am I, that the Bright and Morning Star
Would choose to light the way
For my ever wandering heart

Not because of who I am
But because of what You've done
Not because of what I've done
But because of who You are

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
Vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord, You catch me when I'm falling
And You've told me who I am
I am Yours, I am Yours

Who am I, that the eyes that see my sin
Would look on me with love and watch me rise again
Who am I, that the voice that calmed the sea
Would call out through the rain
And calm the storm in me

Not because of who I am
But because of what You've done
Not because of what I've done
But because of who You are

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
Vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord, You catch me when I'm falling
And You've told me who I am
I am Yours

Whom shall I fear
Whom shall I fear
'Cause I am Yours
I am Yours

Thursday, January 3, 2013

Shepherd of My Soul

Shepherd of My Soul
I’ll  give You full control
Wherever You may lead I will follow
I have made a choice to listen for Your  voice
Wherever You may lead I will go
Be it in quite pasture or by a gentle stream
The shepherd of my soul  is by my side
Should  I  face a mighty mountain
Or a valley dark and deep
The shepherd  of  my soul will be my guide

Monday, December 31, 2012

Year END!

So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom - Psalm 90:12


This is the last day on December and of course the last day in 2012. December is a really good time to evaluate what we have done during this past year - the past 366 days! Did our life and work reap eternal results? It is the time of year when we should assess the results of our work for the Lord and consider whether we have made the most of our time, talent, experience and treasure. Time to think through and make changes in our goals and plans for the upcoming year.
It is the also time we appraise our giving to the Lord. He has blessed us with time, experiences, resources, talents, spiritual gifts and network of people. Did we have an attitude of gratitude last year? Have we used our income to help to evangelize and disciple and feed people around the world?
How much time did I spend in the Word and in prayer? How many people did I pray for? How many people have I been instrumental in bringing from the Kingdom of darkness into the Kingdom of Light? How many people have been discipled through the ministry I'm involved with? How many people have been trained and challenged to go?
As I go through my papers and invoices carefully, I become keenly aware of how I have spent my time and money this past year. Then I take time to pray and plan for the coming year. How can I best use my God-given time, talent and treasure during the next 365 days?

Dear Lord, Help us to “carry-on” in this coming New Year. Help us to grasp the reins of hope. When we look at the reflections of our lives, helps us to see what awaits us in eternity, not what has passed. Thank you Lord for your strength and wisdom in all things! Amen.

Tuesday, December 25, 2012

Christmas Prayer

Heavenly Father, thank you for sending your Son to earth as a baby so many years ago. 
Thank you that He paid the punishment for my sins by dying on the cross. 
And thank you that He rose again to prove that death was truly defeated.
I place my trust in You to be my Savior.
Guide me through the dark times of my life and give me courage to live for You.  Amen

Friday, December 21, 2012

Learned from It


It's actually not my original post. I got it from the post by kak Stephanie Zen in her blog, but I think sometimes that condition also happened to me. I've learned how God shape me when I read that post. That's why, I want you all read it and maybe can learned from it too. Enjoy the post ;)

Saat kita melakukan sesuatu, terkadang hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Dan seringkali itu membuat kita kecewa, marah, sedih dan tidak jarang protes ke Tuhan. Dan, hal itu juga terjadi pada saya. Sebagai seorang mahasiswa, saat ada hal-hal dalam kegiatan perkuliahan yang kurang sejalan dengan kainginan saya, atau saat harapan saya untuk mendapatkan nilai yang memuaskan tidak tercapai, saya sering bertanya "Kenapa, TUHAN?"

"How could you demand the best result from Me, while you did not give Me your best effort?” 

JLEB!
Mendadak, saya teringat kebiasaan buruk saya yang suka menunda belajar sebelum ujian hingga menit-menit terakhir. Saya teringat kebiasaan saya mengerjakan assignment dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam. Saya teringat komitmen yang saya langgar untuk at least baca-baca dulu materi kuliah yang bakal dibahas keesokan harinya.
How could I demand God to give me the best result, while I didn’t give Him my best effort? Belajar cuma semalam menjelang ujian, kok berani-berani minta nilai bagus? Nggak pernah belajar (kalau nggak besoknya ujian), kok ngamuk cuma dikasih nilai pas-pasan? Masih untung Tuhan ngasih pas-pasan, gimana kalau Tuhan kasih Failed?
Setiap kali saya melangkah keluar dari kehendak-Nya, Dia selalu menghajar saya cukup sakit, hingga saya jera, tapi TIDAK PERNAH terlalu sakit hingga saya hancur. Dan di atas semua itu, saya tahu Dia melakukannya bukan karena Dia marah, tapi justru karena Dia sangat mengasihi saya.
Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? (Ibrani 12:5-7)
Setiap kali saya merasakan Dia sedang menghajar saya, saya memaksa diri saya untuk langsung introspeksi, minta ampun dan berbalik. Jangan sampai saya kebangetan hingga perlu dihajar lebih keras lagi. Dia sangat mengasihi saya, dan Dia tahu kalau saya nggak dihajar, in the end saya sendiri lah yang bakal hancur, dan nggak mungkin Tuhan ketawa-ketawa melihat saya hancur sambil ngomong, “Gue bilang juga apa, Nak!”. Dia pasti juga menangis… :(
Jadi, yaah… saya tahu banget di aspek mana saja saya masih terus dibentuk dan diubahkan oleh Tuhan. Berhubung saya orang yang cukup gengsian, terutama soal achievements, Tuhan masih terus bentuk saya di aspek ini. Kalau nilai bagus semua, saya yakin saya pasti sombong (kalau jalan di kampus pasti hidungnya terangkat ke atas, wakakakak!), dan saya juga nggak berusaha lebih baik lagi :)

Paulus dalam Roma 8:28 bilang...
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
“Segala sesuatu” lho, berarti bukan cuma hal-hal baik aja… kadang Dia juga pakai hal-hal buruk untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. 
“Segala sesuatu”… means Dia nggak cuma pakai nilai bagus untuk mendatangkan kebaikan bagi saya, tapi juga nilai pas-pasan, karena dengan begitu Dia bisa membentuk saya lebih dan lebih lagi sesuai dengan kehendak-Nya :)

Thank you, LORD. I am forever grateful to have a Father like You. Mold me even more LORD, so I become more like your beloved Son, Jesus. Amen!

Wednesday, December 19, 2012

When God says WAIT


I just read an article pas lagi browsing dan kayaknya pas banget buat saya...
And, here it is

When God says WAIT
Do you know what it means to wait upon the Lord?
Apparently the word “wait” here is not simply “just wait”. It means to hold on and to put all your hope in God alone. I once felt screwed up, and didn’t know what decision I had to make. And yet God said to me… Wait!
It could be so frustrating at times. You are dying to know the end result by a certain time, but you don’t have the remote control to preview the ending. You couldn’t just fast forward through the dull part of life. You still have to go through the waiting period.
Waiting is not easy. It gets too long and you might get so bored. To wait needs the other party to take an action. Your effort wouldn’t make a significant progress toward the results. It is like synchronizing my iPod to my iTunes. I have to sync my mind with God’s mind. My iPod shouldn’t play songs that I don’t have in my iTunes. Similarly, I shouldn’t play my own life scenario while God himself has written down my life scenario long before I was born.
“Wait on the Lord” simply means that I trust my God completely. When I think something is GOOD enough, God might not agree with me. He picks the BEST for me. When my clock ticks ON TIME, God says “I am rushing”. Interestingly, when He says WAIT, I will simply have to wait. I am not good enough to convince Him to change His mind nor to rush Him. God is sure His way is higher and His time is perfect.
After all God knows me inside out. The Scripture says that every moment of my life was laid out before a single day has passed. One day when I reach my destination, I will look back and testify how God has fulfilled my heart desires.
To wrap up, I am not saying all of these from a mere optimistic point of view. I am more than being optimistic. I am claiming God’s promises in my life.
When God says WAIT, I will wait patiently,
When I have to WAIT, I will do it joyfully.

Sunday, December 16, 2012

My Beloved


Waktu saya lagi cari-cari gambar inspirasi buat ditaruh di post saya tadi malam, tiba-tiba saya mendapatkan satu gambar yang bertuliskan "Do real man after God's own heart still exists?" Dan kemudian saya jadi penasaran dan membuka blog dimana ada gambar itu. Then, didalam blog itu ada sebuah tulisan dalam bentuk surat. And this letter remind me, that a real man after God's own heart still exist and he wait patiently for his future wife. It's very beautiful and so meaningful for me. Please, take some time to read it ;)

My Beloved,
I want you to know that I'm waiting for you. I can't wait to meet you.
To see your eyes, to see your smile and to know about your life.
Wherever you are right now, whatever you're doing, I'm praying for you.
The thought of you excites me.
I can't wait to serve and pursue Christ along side with you.
I can't wait to hold your hands and just pray with you.
I promise you will always play my guitar and I will sing you songs.
What's even better, I can't wait to worship along side with you with your voices.
I can't wait to love you, adore you, cherish you and take care of you.
I'm excited to know everything about you. Everything that makes YOU.
Every single detail that makes you perfect for me.
I know I will appreciate those thing because it's you.
I want to know what makes you happy, what makes you sad.
What makes your day. Your favorite food, drink, music, movie.
Anything, and everything about you.
So I can serve you, love you and take care of you the best way I can.
I can't wait to touch your face when you laugh, cry, make jokes, being silly.
I can't wait to pray, fast, drink coffee, eat carelessly, watch movie, sleep in till we are both late for work, cooking together, make you breakfast in bed, drive our first car, live our first home, raise our own family, seeking God together as a family.
I can't wait to experience trials and suffering with you, grow close together with God.
I can't wait to hold you close to me at night. Till we fall asleep.
I can't wait to give you my ALLeverything of me to you.
I can't wait to lay myself down for you, just as Christ laid down His life for me.
I long and desire for you my beloved.
I can't wait to meet you and spend the rest of my earthly days with you.
I can't wait to love you.
I can't wait to show you this letter in the future when we finally meet.
But for now, I want you to know
I'm patiently waiting for you...

-Mark Muldez-
Taken from here.

Wasn't that so inspiring? That's definitely that I want my Prince to be like ;)
Let us all pray for our future husbands to grow in their walk with the Lord, and to help them to have hearts after God's own heart.

Carilah pasangan hidup yang hatinya benar-benar melekat pada TUHAN. A man after His own heart. Kalau hatinya melekat sama Tuhan, dia PASTI tahu apa peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami (which is sebagai kepala keluarga dan pemimpin) dan PASTI akan semaksimal mungkin menjalankan peran itu, meski mungkin aslinya dia, kepribadiannya, atau karakternya, nggak begitu. - Stephanie Zen

Tuesday, June 19, 2012

I WILL Catch You


An email from GOD
Psalms 94:18

Anak-Ku sayang,
Pernahkah engkau mendaki tebing batu karang? Mereka mengaitkanmu ke sebuah tali pada suatu alat pengerek, dan mengangkatmu untuk mendaki. Sudut itu curam, dan batu karang tersebut bergerigi. Kadang-kadang satu-satunya benda yang harus engkau genggam adalah sebuah batu yang menonjol yang kecil. Sampai engkau dapat memikirkan dimana genggaman yang berikutnya, engkau harus mempertahankan dirimu disana hanya dengan jari-jarimu.

Kadang-kadang kakimu terpeleset, engkau kehilangan peganganmu, atau engkau meraih-raih suatu pegangan yang sesungguhnya tidak ada disana. Itulah saatnya ketika engkau jatuh. Kabar baiknya adalah bahwa engkau tidak jatuh terlalu jauh, karena tali itu menopangmu, dan engkau dapat mulai mendaki lagi. Akan merupakan hal yang gila-gilaan, berbahaya, dan mengerikan bagi pendakian tebing karang tanpa menggunakan tali pengaman, karena bahkan pendaki-pendaki terbaik pun dapat terpeleset dan jatuh.
Hidup adalah seperti tebing karang itu, dan kasih-Ku adalah seperti tali pengamanmu. Mendakilah dengan baik, kerjakan dengan sebaik-baiknya, dan ketika engkau tidak dapat berpegangan lagi, kasih-Ku akan menopangmu naik ke atas.

Penopangmu,
ALLAH

Waktu aku berpikir bahwa aku akan jatuh, kasih-Mu, TUHAN, membuat aku berdiri kokoh

Friday, June 15, 2012

Quote of the day

The fact that I am a woman does not make me a different kind of Christian, but the fact that I am a Christian does make me a different kind of woman. - Elisabeth Elliot

Thursday, June 14, 2012

God (always) knows best


Long time no see, bloggers :D
Karena akhir-akhir ini saya banyak membaca tweet, post facebook, status bbmnya ade-ade kelas yang baru lulus tahun ini tentang persiapan masuk kuliah, saya jadi ingat masa-masa saya kayak gini kira-kira setahun yang lalu. Dan membuat saya terinspirasi untuk memuatnya di blog ini :D
Dari kecil, saya sangat terinspirasi dengan papa saya. Sebenarnya papa saya hanyalah seorang pegawai kantor biasa, namun bakatnya, prestasinya ituloh yang bikin saya bangga dan terinspirasi dengan papa. Papa saya bekerja dikantor sebagai seorang IT analyst (progammer) dan dunia itu sudah menarik perhatian saya sejak kecil. Sehingga setiap kali saya ditanya mau jadi apa, saya hanya menjawab saya ingin seperti papa :') Waktu masuk kelas 3 SMA masa senior year mulailah berdatangan orang-orang yang mempromosikan banyak universitas yang cukup terkenal di Indonesia. Dan saya sebagai seorang murid yang hampir lulus mulai juga ikutan wabah "pilih-pilih kampus" dan wabah "kumpul formulir" yang sedang membooming di angkatan kelas 3 :D Tapi setiap memilih, saya selalu mencari kampus yang punya jurusan IT atau SI. Memang saya sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar Manado dan papa sudah memberi saya izin (tapi mama tidak x_x) Maka, muncullah beberapa nama kampus yang menjadi target saya: ITB, ITHB, BINUS, UPH, Untar, UMN. Dan yang paling menarik perhatian saya adalah ITHB. Saya ingin sekali kuliah disana. Saya sudah mengambil formulirnya dan meng-apply tinggal membayar uang pendaftaran pertamanya.
Namun, kemudian papa sakit dan saya jadi sibuk mengurus papa yang sakit sampai lupa mengurus persiapan masuk kuliah saya. Dan papa sakit itu juga menjadi alasan tambahan mama untuk tidak membolehkan saya kuliah di luar kota, yah juga karena dia takut kalau sampai terjadi apa-apa sama dengan saya. Dan ketika papa meninggal, keputusan mama untuk tidak mengizinkan saya kuliah di luar kota Manado menjadi sangat bulat. Mama bilang, dia mau saya kuliah di Fak. Kedokteran Unsrat saja.
Awalnya saya marah. Saya kecewa. Saya berontak sama mama juga sama Tuhan. Bayangkan, dari kecil, yang tertanam dipikiran saya adalah menjadi seperti papa. Tidak pernah terlintas sedikitpun dipikiran saya untuk menjadi dokter. Bagi saya, jadi dokter itu bukan keahlian saya. Saya sulit untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain secara empat mata. Dan bisa dibayangkan betapa sulitnya nanti kalau saya harus berkomunikasi dengan pasien x_______x
Tetapi, seberapa besarpun kemarahan saya, saya tetaplah anak yang harus taat kepada orang tua. Akhirnya, walau terpaksa saya mengurus persiapan masuk kuliah di Fak. Kedokteran. Tapi, saya terus berpikir dalam hati pasti saya tidak akan tahan kuliah disitu karena memang saya tidak suka dan tidak niat XD
Ketika saya masuk dan mulai kuliah, rasanya sulit sekali. Muncul rasa penyesalan dihati saya karena saya kurang memfokuskan diri di pelajaran biologi waktu SMA sehingga sulit sekali untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Saya sering bosan dan mengantuk saat kuliah hahaha :D
Namun, seiring berjalannya waktu... Tak terasa, sekarang saya telah berada di akhir semester 2, dan saya masih bertahan (re: belum mampus wkwk)
Saya kemudian sadar. Saya bisa saja merencanakan banyak hal sesuai keinginan saya, namun ada satu Pribadi yang paling mengetahui yang terbaik untuk masa depan saya. Dia telah merencanakan itu dari semula dan untuk kebaikan saya. Walaupun pada awalnya kelihatan tidak seperti yang saya harapkan, namun saya percaya pada akhirnya semua yang Dia siapkan adalah yang terbaik untuk saya. Tuhan Yesus sungguh luar biasa.

Dan perjalanan hidup saya ini membuat saya belajar beberapa hal. Saya belajar untuk mau dibentuk oleh Tuhan Yesus. Dibentuk sesuai kehendakNya, bukan kehendak saya. Saya juga belajar untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal. Apapun itu, sekalipun yang terjadi tidak seperti yang saya inginkan, saya harus tetap mengucap syukur :)


Your promise

Friday, June 1, 2012

TUHAN kase kuat :')


Terbatas TanpaMu


Dalam hidupku tak semua yang kumau
harapan doaku terjadi untukku
Walau ku tahu terlalu mudah bagiMu
untuk memberi jalan bagiku...

Namun jangan rancanganku,
tapi rancanganMu berlaku atasku

Andaikan nanti jawabanMu tak seperti yang aku mau
Ku akan tetap bersyukur memuji namaMu
Biarlah kutahu tanpaMu betapa terbatasnya aku
Sehingga ku akan bergantung penuh padaMu, oh Yesusku

(Biarlah jalanMu terjadi....ohh....)

Andaikan nanti jawabanMu tak seperti yang aku mau
Ku akan tetap bersyukur memuji namaMu
Biarlah kutahu tanpaMu betapa terbatasnya aku
Sehingga ku akan bergantung penuh padaMu, oh Yesusku...

Sunday, January 1, 2012

Jika Tuhan menghendaki


James 4 : 13-17
a new year's reflection...

Hidup di dunia itu singkat. Kata pepatah Jawa, "urip mung mampir ngombe" (hidup itu hanya mampir minum). Gambaran hidup manusia dalam Alkitab juga sama singkatnya. Seperti suatu giliran jaga malam, seperti mimpi, seperti bunga dan rumput, seperti angin dan bayangan (Mazmur 90 : 4-5; 103:15; 144:4). Bacaan ini melengkapinya. Seperti uap! Sebentar ada, lalu lenyap (ayat 14).
Bagaimana harus menata hidup dalam waktu yang seperti "uap" ini? Rasul Yakobus menasihatkan agar umat percaya tak mengandalkan diri sendiri, tetapi memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan (ayat 15-16). Kita melakukan ini dan itu "jika Tuhan menghendakinya ...." Ungkapan ini jelas bukan hanya bagian dari sopan santun agar seseorang terlihat rendah hati dan rohani atau alasan menghibur diri menghadapi berbagai ketidakpastian. Namun, merupakan ekspresi ketundukan pada kedaulatan Tuhan, mengakui bahwa Dialah pemegang kendali atas hidup ini. Kehendak-Nya, isi hati-Nya penting bagi kita.
Dr. Michael Griffiths, dalam buku Ambillah Aku Melayani Engkau, berkata: "Kita punya satu hidup untuk ditempuh. Mungkin sudah kita lalui seperempat, sepertiga, setengah, bahkan mungkin lebih dari itu. Apa yang sudah kita lalui itu sudah lampau, dan takkan kembali lagi. Tapi bagaimana dengan yang masih sisa? Apakah yang akan kita lakukan dengan itu?" Hidup itu singkat; tak terduga. Mari membuat perencanaan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan pekerjaan di awal tahun in, dengan sungguh - sungguh mengakui kedaulatah Tuhan dan menundukkan diri pada kehendak-Nya.

Happy new year 2012 :)

Tuesday, December 27, 2011

What a Christmas!


Happy Christmas, everyone :)
tak terasa natal tlah tiba.. dan sebentar lagi kita akan segera menutup lembaran tahun 2011.. Ada yang berbeda dengan natal tahun ini.. Ada yang kurang, ada yang hilang..
Ya, memang natal tahun ini, tanpa papa.. Berbeda memang karna biasanya suasana rame dan heboh saat natal akan tercipta manakala papa sudah beraksi dengan digicam-nya dan memotret semua orang yang sedang siap2 utk ibadah malam natal.. Saat natal pagi hari, papa yang biasanya selesai berganti pakaian paling awal memulai lagi aksi potret-memotretnya. Sampai pulang gereja, makan bersama dan istirahat dulu sebelum menyambut tamu-tamu yang mau datang ke rumah, papa selalu tidak lupa untuk melakukan kegiatan memotretnya hahaha :D sungguh suatu kenangan yang tak bisa terlupakan dan takkan tergantikan :")
Tahun 2011 ini, tahun pertama natalan tanpa papa... Banyak yang berubah namun aku tahu, ada maksud Tuhan yang indah buat aku, mama, adikku bahkan semua keluargaku :)
Tahun ini, aku menghabiskan malam natalku bersama keluargaku di Lolah, di "rumah"nya papa.. dan kemudian berangkat ke Tomohon untuk mengikuti ibadah natal disana..
Berbeda memang, tapi itulah kehidupan... ada banyak perubahan.. satu hal yang pasti, Tuhan Yesus tetap menyertai :)

memories of Christmas 2011













Sunday, December 25, 2011

God's love for us


a reflection...


Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” 1 Yohanes 4:9-10
Mari bersyukur untuk waktu yang indah yang sedang kita rayakan yaitu Hari Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Allah Bapa di surga mengutus AnakNya yang tunggal untuk menjadi manusia, agar setiap manusia yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sama halnya ketika dalam Perjanjian Lama, Bangsa Israel harus mempersembahkan domba yang sempurna dan tidak bercacat cela sebagai korban sembelihan dan korban bakaran, demikian juga hanya manusia yang sempurna yang tidak bercacat dan tidak bercela yang dapat menebus dosa umat manusia, sehingga hubungan manusia dan Bapa di surga dapat dipulihkan.
Seberapa banyak dari kita yang sudah sering mendengar mengenai kisah ini, biarlah kita tetap menyadari hari demi hari bahwa Tuhan senantiasa ingin hadir dalam setiap langkah hidup kita. Dia telah menebus dosa kita di atas kayu salib, sekali untuk selamanya. Dan tidak akan ada lagi penebusan dosa lainnya yang dapat menggantikan karya salib tersebut.
Oleh karena itu marilah kita bersyukur atas anugerah yang telah diberikan bagi kita dan marilah kita memanfaatkannya secara maksimal. Biarlah kita menjadi umat yang kudus dan yang berkenan di hadapan Allah, serta menjadi terang dimanapun kita berada. Sehingga melalui kesaksian hidup kita, tidak hanya pribadi kita sendiri saja yang beroleh keselamatan, tetapi orang lain juga dapat menikmati keselamatan yang kekal itu.
Biarlah renungan yang singkat ini dapat menggugah setiap hati kita untuk menjadikan momen Natal yang indah ini sebagai refleksi dari hidup yang telah kita jalani. Apakah kita sudah hidup seturut kehendak Tuhan? Apakah masih banyak hal yang perlu kita perbaiki? Apakah selama ini begitu banyak alasan yang membuat kita menunda-nunda panggilan Tuhan?
Begitu banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Dan Tuhan rindu untuk menjadi teman, partner dan sahabat dalam hidup kita, untuk menjangkau banyak jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan.
Mari kita semua menyambut kedatanganNya tidak hanya di dunia ini saja, tetapi di dalam hati kita, sehingga Dia menjadi Raja di dalam hidup kita, Raja Damai.
"Merry Christmas, Dec 25th 2011"

Saturday, November 26, 2011

Biarkan Itu Pergi


an email from God...

Matius 5 : 44
Anakku sayang,
Ketika engkau tersayat bagian tubuhmu atau mendapat suatu luka memar, tubuhmu pada akhirnya akan menyembuhkan. Tubuhmu tidak berkata "aku membencimu, semak berduri! Kau telah melukaiku, dan aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku akan membawa bekas luka ini terus selamanya untuk mengingatkan aku akan betapa jahatnya kamu!" Tubuhmu tahu bahwa perilaku yang tidak memaafkan itu justru akan melukai dirimu sendiri. Tetap mempertahankan luka itu tidak akan memengaruhi semak duri dalam cara apapun.
Sama halnya, kalau seseorang melukaimu dengan kata-kata yang menyakitkan, jangan bawa terus kata-kata itu. Engkau hanya akan melukai dirimu sendiri. Salah satu jalan terbaik untuk sembuh dari luka emosional adalah berdoa memohon berkat atas orang yang melukaimu itu. Aku tahu hal itu kedengaran sangat sulit, tetapi berdoa bagi musuh-musuhmu akan menjauhkan ucapan-ucapan mereka yang menyakitkan itu agar tidak mengendalikan dirimu. Aku ingin engakau mengasihi setiap orang. Aku akan menolongmu untuk melakukannya.

Penyembuhmu,
ALLAH

Sunday, November 20, 2011

Menolong dalam Kesetiaan


Happy sunday! Hari ini tanggal 20-11-2011 kinda good looking, rite? ;)
i felt so blessed today after church-ing with mommy di GMIM Kristus Manado. Tadi ibadahnya dipimpin oleh Hamba TUHAN dari SAAT Malang dan tema khotbahnya yaitu "Menolong dalam Kesetiaan"
Firman Tuhan tadi daleem banget karna menceritakan tentang persahabatan Daud dan Yonatan yang sungguh tulus. Pembacaan Alkitabnya dlm 1 Samuel 20.
Dlm khotbahnya tadi, Pdt-nya menyinggung tentang persahabatan Daud dan Yonatan yang saling tolong-menolong walaupun sebenarnya mereka berdua harusnya bermusuhan karna Yonatan adalah anak raja Saul yang jelas-jelas membenci Daud dan ingin membunuh Daud. Namun Yonatan punya hati yang tulus untuk menolong sahabatnya itu sehingga ayahnya tidak dapat membunuh Daud. Mereka berdua bahkan punya perjanjian untuk tidak saling melupakan sampai pada keturunan-keturunan mereka.
Begitu juga dengan Daud, setelah kematian Saul dan Yonatan, dia tetap mengingat perjanjiannya dengan Yonatan sehingga dia tidak memusnahkan keturuan Yonatan bahkan meminta anak Yonatan yang masih tersisa untuk tinggal dan makan sehidangan dengan Daud yang saat itu sudah menjadi Raja Israel.
Sungguh persahabatan Daud dan Yonatan benar-benar menggugah hati saya. Saya diajar lagi oleh TUHAN untuk menolong orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih. Trus, diajar juga untuk menolong dalam kesetiaan. Maksudnya disini yaitu kita setia untuk terus menolong orang lain sekalipun mungkin kita pernah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang pernah kita tolong, misalnya kita dikecewakan. Jangan biarkan hal-hal yang seperti itu membuat kita untuk berhenti menolong orang-orang disekitar kita yang sangat mebutuhkan pertolongan kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang pernah kita tolong pada beberapa tahun kedepan. Siapa yang tahu kalau nantinya orang-orang yang pernah kita tolong nantinya akan menolong kita juga.
Ingatlah bahwa ketika kita menolong orang lain itu semua adalah bagian dari rencana dan kehendak TUHAN dalam hidup kita yaitu kita menjadi berkat, menjadi garam dan terang bagi orang lain. Sehingga lewat sikap hidup kita yang menolong dengan tulus dan dalam kesetiaan, nama TUHAN akan dipermuliakan.

Firman Tuhan tentang persahabatan hari ini juga mengingatkan saya pada sahabat-sahabat saya. Sehingga saya teringat sebuah ayat dalam Amsal 17:17