Sunday, December 16, 2012

My Beloved


Waktu saya lagi cari-cari gambar inspirasi buat ditaruh di post saya tadi malam, tiba-tiba saya mendapatkan satu gambar yang bertuliskan "Do real man after God's own heart still exists?" Dan kemudian saya jadi penasaran dan membuka blog dimana ada gambar itu. Then, didalam blog itu ada sebuah tulisan dalam bentuk surat. And this letter remind me, that a real man after God's own heart still exist and he wait patiently for his future wife. It's very beautiful and so meaningful for me. Please, take some time to read it ;)

My Beloved,
I want you to know that I'm waiting for you. I can't wait to meet you.
To see your eyes, to see your smile and to know about your life.
Wherever you are right now, whatever you're doing, I'm praying for you.
The thought of you excites me.
I can't wait to serve and pursue Christ along side with you.
I can't wait to hold your hands and just pray with you.
I promise you will always play my guitar and I will sing you songs.
What's even better, I can't wait to worship along side with you with your voices.
I can't wait to love you, adore you, cherish you and take care of you.
I'm excited to know everything about you. Everything that makes YOU.
Every single detail that makes you perfect for me.
I know I will appreciate those thing because it's you.
I want to know what makes you happy, what makes you sad.
What makes your day. Your favorite food, drink, music, movie.
Anything, and everything about you.
So I can serve you, love you and take care of you the best way I can.
I can't wait to touch your face when you laugh, cry, make jokes, being silly.
I can't wait to pray, fast, drink coffee, eat carelessly, watch movie, sleep in till we are both late for work, cooking together, make you breakfast in bed, drive our first car, live our first home, raise our own family, seeking God together as a family.
I can't wait to experience trials and suffering with you, grow close together with God.
I can't wait to hold you close to me at night. Till we fall asleep.
I can't wait to give you my ALLeverything of me to you.
I can't wait to lay myself down for you, just as Christ laid down His life for me.
I long and desire for you my beloved.
I can't wait to meet you and spend the rest of my earthly days with you.
I can't wait to love you.
I can't wait to show you this letter in the future when we finally meet.
But for now, I want you to know
I'm patiently waiting for you...

-Mark Muldez-
Taken from here.

Wasn't that so inspiring? That's definitely that I want my Prince to be like ;)
Let us all pray for our future husbands to grow in their walk with the Lord, and to help them to have hearts after God's own heart.

Carilah pasangan hidup yang hatinya benar-benar melekat pada TUHAN. A man after His own heart. Kalau hatinya melekat sama Tuhan, dia PASTI tahu apa peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami (which is sebagai kepala keluarga dan pemimpin) dan PASTI akan semaksimal mungkin menjalankan peran itu, meski mungkin aslinya dia, kepribadiannya, atau karakternya, nggak begitu. - Stephanie Zen

Saturday, September 15, 2012

Best Quotes of Antologi Rasa


Methinks I could write a volume to you; but all the language on earth would fail in saying how much and with what disinterested passion I am ever yours. - Richard Steele (1707)
 The more you make me suffer, the more I find I love you. - Harris
When you love, there's neither the 'you' nor the 'me'. In that state there's only flame without smoke. - Jiddu Krishnamurti
What sucks about being human is you have to explain your life choices to everyone.
If you make a girl laugh, she likes you. But, if you make her cry, she loves you.
You do not write a novel for praise or thinking of your audience. You write for yourself; you work out between you and your pen the things that intrigue you. - Bret Easton Ellis

Tuesday, June 19, 2012

I WILL Catch You


An email from GOD
Psalms 94:18

Anak-Ku sayang,
Pernahkah engkau mendaki tebing batu karang? Mereka mengaitkanmu ke sebuah tali pada suatu alat pengerek, dan mengangkatmu untuk mendaki. Sudut itu curam, dan batu karang tersebut bergerigi. Kadang-kadang satu-satunya benda yang harus engkau genggam adalah sebuah batu yang menonjol yang kecil. Sampai engkau dapat memikirkan dimana genggaman yang berikutnya, engkau harus mempertahankan dirimu disana hanya dengan jari-jarimu.

Kadang-kadang kakimu terpeleset, engkau kehilangan peganganmu, atau engkau meraih-raih suatu pegangan yang sesungguhnya tidak ada disana. Itulah saatnya ketika engkau jatuh. Kabar baiknya adalah bahwa engkau tidak jatuh terlalu jauh, karena tali itu menopangmu, dan engkau dapat mulai mendaki lagi. Akan merupakan hal yang gila-gilaan, berbahaya, dan mengerikan bagi pendakian tebing karang tanpa menggunakan tali pengaman, karena bahkan pendaki-pendaki terbaik pun dapat terpeleset dan jatuh.
Hidup adalah seperti tebing karang itu, dan kasih-Ku adalah seperti tali pengamanmu. Mendakilah dengan baik, kerjakan dengan sebaik-baiknya, dan ketika engkau tidak dapat berpegangan lagi, kasih-Ku akan menopangmu naik ke atas.

Penopangmu,
ALLAH

Waktu aku berpikir bahwa aku akan jatuh, kasih-Mu, TUHAN, membuat aku berdiri kokoh

Friday, June 15, 2012

Quote of the day

The fact that I am a woman does not make me a different kind of Christian, but the fact that I am a Christian does make me a different kind of woman. - Elisabeth Elliot

Thursday, June 14, 2012

God (always) knows best


Long time no see, bloggers :D
Karena akhir-akhir ini saya banyak membaca tweet, post facebook, status bbmnya ade-ade kelas yang baru lulus tahun ini tentang persiapan masuk kuliah, saya jadi ingat masa-masa saya kayak gini kira-kira setahun yang lalu. Dan membuat saya terinspirasi untuk memuatnya di blog ini :D
Dari kecil, saya sangat terinspirasi dengan papa saya. Sebenarnya papa saya hanyalah seorang pegawai kantor biasa, namun bakatnya, prestasinya ituloh yang bikin saya bangga dan terinspirasi dengan papa. Papa saya bekerja dikantor sebagai seorang IT analyst (progammer) dan dunia itu sudah menarik perhatian saya sejak kecil. Sehingga setiap kali saya ditanya mau jadi apa, saya hanya menjawab saya ingin seperti papa :') Waktu masuk kelas 3 SMA masa senior year mulailah berdatangan orang-orang yang mempromosikan banyak universitas yang cukup terkenal di Indonesia. Dan saya sebagai seorang murid yang hampir lulus mulai juga ikutan wabah "pilih-pilih kampus" dan wabah "kumpul formulir" yang sedang membooming di angkatan kelas 3 :D Tapi setiap memilih, saya selalu mencari kampus yang punya jurusan IT atau SI. Memang saya sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar Manado dan papa sudah memberi saya izin (tapi mama tidak x_x) Maka, muncullah beberapa nama kampus yang menjadi target saya: ITB, ITHB, BINUS, UPH, Untar, UMN. Dan yang paling menarik perhatian saya adalah ITHB. Saya ingin sekali kuliah disana. Saya sudah mengambil formulirnya dan meng-apply tinggal membayar uang pendaftaran pertamanya.
Namun, kemudian papa sakit dan saya jadi sibuk mengurus papa yang sakit sampai lupa mengurus persiapan masuk kuliah saya. Dan papa sakit itu juga menjadi alasan tambahan mama untuk tidak membolehkan saya kuliah di luar kota, yah juga karena dia takut kalau sampai terjadi apa-apa sama dengan saya. Dan ketika papa meninggal, keputusan mama untuk tidak mengizinkan saya kuliah di luar kota Manado menjadi sangat bulat. Mama bilang, dia mau saya kuliah di Fak. Kedokteran Unsrat saja.
Awalnya saya marah. Saya kecewa. Saya berontak sama mama juga sama Tuhan. Bayangkan, dari kecil, yang tertanam dipikiran saya adalah menjadi seperti papa. Tidak pernah terlintas sedikitpun dipikiran saya untuk menjadi dokter. Bagi saya, jadi dokter itu bukan keahlian saya. Saya sulit untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain secara empat mata. Dan bisa dibayangkan betapa sulitnya nanti kalau saya harus berkomunikasi dengan pasien x_______x
Tetapi, seberapa besarpun kemarahan saya, saya tetaplah anak yang harus taat kepada orang tua. Akhirnya, walau terpaksa saya mengurus persiapan masuk kuliah di Fak. Kedokteran. Tapi, saya terus berpikir dalam hati pasti saya tidak akan tahan kuliah disitu karena memang saya tidak suka dan tidak niat XD
Ketika saya masuk dan mulai kuliah, rasanya sulit sekali. Muncul rasa penyesalan dihati saya karena saya kurang memfokuskan diri di pelajaran biologi waktu SMA sehingga sulit sekali untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Saya sering bosan dan mengantuk saat kuliah hahaha :D
Namun, seiring berjalannya waktu... Tak terasa, sekarang saya telah berada di akhir semester 2, dan saya masih bertahan (re: belum mampus wkwk)
Saya kemudian sadar. Saya bisa saja merencanakan banyak hal sesuai keinginan saya, namun ada satu Pribadi yang paling mengetahui yang terbaik untuk masa depan saya. Dia telah merencanakan itu dari semula dan untuk kebaikan saya. Walaupun pada awalnya kelihatan tidak seperti yang saya harapkan, namun saya percaya pada akhirnya semua yang Dia siapkan adalah yang terbaik untuk saya. Tuhan Yesus sungguh luar biasa.

Dan perjalanan hidup saya ini membuat saya belajar beberapa hal. Saya belajar untuk mau dibentuk oleh Tuhan Yesus. Dibentuk sesuai kehendakNya, bukan kehendak saya. Saya juga belajar untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal. Apapun itu, sekalipun yang terjadi tidak seperti yang saya inginkan, saya harus tetap mengucap syukur :)


Your promise

Friday, June 1, 2012

TUHAN kase kuat :')


Terbatas TanpaMu


Dalam hidupku tak semua yang kumau
harapan doaku terjadi untukku
Walau ku tahu terlalu mudah bagiMu
untuk memberi jalan bagiku...

Namun jangan rancanganku,
tapi rancanganMu berlaku atasku

Andaikan nanti jawabanMu tak seperti yang aku mau
Ku akan tetap bersyukur memuji namaMu
Biarlah kutahu tanpaMu betapa terbatasnya aku
Sehingga ku akan bergantung penuh padaMu, oh Yesusku

(Biarlah jalanMu terjadi....ohh....)

Andaikan nanti jawabanMu tak seperti yang aku mau
Ku akan tetap bersyukur memuji namaMu
Biarlah kutahu tanpaMu betapa terbatasnya aku
Sehingga ku akan bergantung penuh padaMu, oh Yesusku...

Wednesday, May 23, 2012

BIG LIE!


Behind every sweet smile, there's a bitter sadness that no one can ever see :')